Jambi
Nama Resmi: Propinsi Jambi
Ibu kota: Jambi
Luas Wilayah: 53.435,72 km2
Jumlah Penduduk: 2.014.054 jiwa
Suku Bangsa: Melayu, Kubu, Kerinci, dll.
Agama: Islam: 98,4%, Kristen: 1,1%, Budha: 0,36%, Hindu : 0,117%
Wilayah Administrasi: Kabupaten : 9, Kota : 1, Kecamatan : 76, Kelurahan dan Desa: 1.189.
Lagu Daerah: Injit-injit Semut dan Pinang Muda
Website: http://www.pempropjambi.net
Baca lebih lengkap…
====================================================
Sejarah Negeri Jambi
Di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi merupakan bekas wilayah Kesultanan Islam Melayu Jambi (1500-1901). Kesultanan ini memang tidak berhubungan secara langsung dengan 2 kerajaan Hindu-Budha pra-Islam. Sekitar Abad 6 awal 7 M berdiri KERAJAAN MALAYU (Melayu Tua) terletak di Muara Tembesi (kini masuk wilayah Batanghari, Jambi). Catatan Dinasti Tang mengatakan bahwa awak Abad 7 M. dan lagi pada abad 9 M Jambi mengirim duta/utusan ke Empayar China ( Wang Gungwu 1958;74). Kerajaan ini bersaing dengan SRI WIJAYA untuk menjadi pusat perdagangan. Letak Malayu yang lebih dekat ke jalur pelayaran Selat Melaka menjadikan Sri Wijaya merasa terdesak sehingga perlu menyerang Malayu sehingga akhirnya tunduk kepada Sri Wijaya. Muaro jambi, sebuah kompleks percandian di hilir Jambi mungkin dulu bekas pusat belajar agama Budha sebagaimana catatan pendeta Cina I-Tsing yang berlayar dari India pada tahun 671. Ia belajar di Sriwijaya selama 4 tahun dan kembali pada tahun 689 bersama empat pendeta lain untuk menulis dua buku tentang ziarah Budha. Saat itulah ia tulis bahwa Kerajaan Malayu kini telah menjadi bahagian Sri Wijaya.
Baca lebih lengkap…
====================================================
Suku Anak Dalam Jambi ( Suku Kubu )
A. Sejarah Suku Anak Dalam “Kubu”
Sejarah Suku Anak Dalam atau SAD masih penuh misteri, bahkan hingga kini tak ada yang bisa memastikan asal usul mereka. Hanya beberapa teori, dan cerita dari mulut ke mulut para keturunan yang bisa menguak sedikit sejarah mereka.
Sejarah lisan Orang Rimba selalu diturunkan para leluhur. Tengganai Ngembar (80), pemangku adat sekaligus warga tertua SAD yang tinggal di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, mendapat dua versi cerita mengenai sejarah Orang Rimba dari para terdahulu. Ia memperkirakan dua versi ini punya keterkaitan.
Yang pertama, leluhur mereka adalah orang Maalau Sesat, yang meninggalkan keluarga dan lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, TNBD. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo.
Sedangkan versi kedua, penghuni rimba adalah masyarakat Pagaruyung, Sumatera Barat, yang bermigrasi mencari sumber-sumber penghidupan yang lebih baik. Diperkirakan karena kondisi keamanan tidak kondusif atau pasokan pangan tidak memadai di Pagaruyung, mereka pun menetap di hutan itu.
Baca lebih lengkap…
====================================================
Sejarah Kabupaten Tebo
Kota Muara Tebo sering menjadi ibu kota kabupaten. Bahkan sebelum menjadi ibu kota Kabupaten Tebo. Tidak percaya ? Tengok saja kilasan sejarah dan beberapa produk hukum yang mengaturnya.
SAAT pemerintahan Raden Candra Negara (1690-1696) pernah menjadi ibu kota Kerajaan Jambi, tepatnya di Desa Mangun Jayo. Zaman penjajahan Belanda, menjadi pusat pemerintahan Onder Afdeeling selama 3,5 abad. Begitu pula saat penjajahan Jepang menjadi pusat pemerintahan Gun selama 3,5 tahun.
Bahkan, setelah kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1948 pernah menjadi ibu kota Kabupaten Jambi Ulu yang wilayahnya meliputi Sarolangun, Bangko, Muaro Bungo, dan Muaro Tebo.
Baca lebih lengkap…
====================================================
Suku Talang Mamak
Sejarah
Suku Talang Mamak tergolong Melayu Tua (Proto Melayu) merupakan suku asli Indragiri, mereka juga menyebut dirinya “Suku Tuha”. Kedua sebutan tersebut bermakna suku pertama datang dan lebih berhak terhadap sumber daya di Indragiri Hulu. Ada beberapa versi asal suku Talang Mamak. Menurut Obdeyn-Asisten Residen Indragiri, Suku Talang Mamak berasal dari Pagaruyung yang terdesak akibat konflik adat dan agama. Sedangkan berdasarkan mitos bahwa Talang Mamak merupakan keturunan Adam ketiga berasal dari kayangan turun ke bumi, tepatnya di Sungai Limau dan menetap di Sungai Tunu (Durian Cacar, tempat Pati). Hal ini terlihat dari ungkapan “Kandal Tanah Makkah, Merapung di Sungai Limau, menjeram di Sungai Tunu”. Itulah manusia pertama di Indragiri nan bernama Patih.
Baca lebih lengkap…
====================================================
Peradaban Tua Kerinci
Kerinci merupakan kawasan hutan belantara dulunya, nan indah dan sejuk. Sekelilingnya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat. Memperhatikan legenda sejarah yang berkembang selama ini. Nama Kerinci berasal dari kata, Kering dan cair. Ini memang benar adanya. Karena ramalan cuaca kadang tidak cocok, karena curah hujan tidak teratur, hingga tidak bisa memastikan.
Dibahagian lain, kata Kerinci ini ada yang memberi prediksi kata ci-ci, yang artinya anak Kunci. Dalam sejarah Tiang Bungkuk Panduko Rajo, berasal dari cina. Kunci ini pembuka rahasia Kerinci.Anak kunci ini hilang diwilayah Keliling Danau. Benar tidaknya sejauh ini belum diungkapkan.
Baca lebih lengkap…
====================================================
Misteri Orang Pendek di Taman Nasional Kerinci
Orang pendek ( Cryptozoology ) adalah nama yang diberikan kepada seekor binatang (manusia?) yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun yang kerap muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera. Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan orang pendek hingga sekarang masih merupakan teka-teki. Tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu. Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut.
Baca lebih lengkap…
====================================================
6 Comments »
Leave a Comment

Sarimin said :
March 5, 2009 at 7:06 am
SASTRO said :
May 12, 2009 at 9:25 am
JAMBI…BELUM PERNAH SAYA KE SANA, RASANYA JUGA PINGIN
herfia said :
July 16, 2009 at 12:24 am
Uy…nana jauh disana dan aku ingin sekali melihat-lihat kota jambi
aprilia said :
August 26, 2009 at 3:44 am
Ini tu yang kelola website ini sapa yah???ni april nak jogja brow,ni pasti nak MU jur teknisi tow????
Ady said :
September 13, 2009 at 4:52 am
Theme nya bagus sayang yang punya blog ini gak menghargai pembuat theme nya, link ke theme di ganti ke blog milik sendiri. nih link pembuat theme nya http://wefunction.com/2008/07/free-theme-outdoorsy/ ganti tuh link di footer.
afdil said :
October 14, 2009 at 10:42 am
salam kenal dari blogger jambi